0899-3177-090 relasibuku@gmail.com

Seri Prasasti: PRASASTI-PRASASTI KERAJAAN PANJALU, KEDIRI, DAN JENGGALA

Penulis: Aulia Rahmat SM
Penyunting: Abdul Kholiq
Cetakan, 2023
vi + 100; 14,8 x 21 cm
E-ISBN:

Raja Airlangga yang berkuasa di Kerajaan Medangkamulan. Di tengah masa kejayaannya, Airlangga kemudian memindahkan pemerintahan ke wilayah Kahuripan. Kerajaan ini dinamakan Panjalu, dengan pusat pemerintahan berada di Daha, yang dikenal sebagai pusat Kerajaan Kediri pada masa awal. Mengutip laman Pemerintah Kota Kediri, situs Adan-adan yang terletak di Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, menjadi salah satu bukti keberadaan Kerajaan Kediri kuno.
Kerajaan Kediri yang kini dikenal sendiri merupakan pecahan dari Kerajaan Kediri kuno. Perpecahan terjadi saat kedua putra Airlangga–Sri Samarawijaya dan Mapanji Garasakan–berebut kekuasaan di kawasan yang sama. Untuk menghindari bentrokan, pada tahun 1041, Airlangga membagi kerajaannya menjadi dua. Keduanya adalah Jenggala (Kahuripan) dan Panjalu (Kediri), yang wilayahnya dipisahkan oleh Gunung Kawi dan Sungai Brantas. Jenggala dipimpin oleh Mapanji Garasakan, dan Panjalu dipimpin oleh Sri Samarawijaya.