
Konstantinopel: Dari Nova Roma ke Istanbul—Warisan Seribu Tahun di Persimpangan Dunia
Penulis: Ahmad Saikhu Rifqi & M. Subkhan Zuhairi
Editor: Afghani Suhastama
Cetakan 1: 2025
Halaman: xii + 154
Ukuran: 14 x 20 cm
Pada tahun 330 M, Kaisar Konstantinus Agung mendeklarasikan Bizantium kuno sebagai ibu kota barunya, memberinya nama agung Nova Roma (Roma Baru). Keputusan ini bukanlah sekadar perubahan administratif, melainkan sebuah tindakan geostrategis yang radikal, secara simbolis memindahkan poros kekuasaan Kekaisaran Romawi dari warisan pagan Barat yang memudar ke timur yang lebih makmur dan strategis.
Konstantinus mendirikan sebuah kota yang bertekad menjadi pusat peradaban baru, bebas dari beban politik dan agama Roma Lama, yang secara efektif menanamkan identitas Kristen di jantung sebuah imperium yang luas.
Di bawah payung Kekaisaran Romawi Timur atau Bizantium, Konstantinopel mengalami masa keemasan yang tak tertandingi, terutama pada masa Kaisar Yustinianus I. Kota ini menjadi axis mundi peradaban Kristen Ortodoks, di mana otoritas kekaisaran termanifestasi melalui hukum yang tersistematisasi (Corpus Iuris Civilis) dan arsitektur yang monumental.