
Tujuh Belas Hari Setelah Kepergianku dan Cerita Lainnya
Penulis: Aika Ranu Sastra
Editor: Abdul Kholiq
Cetakan: 2026
Halaman: xii + 176
Ukuran: 14 x 20 cm
“Kumpulan cerpen “Tujuh Belas Hari Setelah Kepergianku dan Cerita Lainnya” ini menghadirkan narasi yang dalam dan reflektif tentang realita kehidupan yang sarat dengan konflik dan harapan. Cerita-ceritanya merepresentasikan isu-isu zaman kini secara jujur dan memikat.
Buku kumpulan cerpen ini mengajak pembaca untuk menyelami berbagai persoalan sosial dan personal dengan gaya bahasa yang kuat dan emosional, sekaligus menunjukkan kecermatan pengamatan penulis terhadap dinamika masyarakat.
Saya merekomendasikan karya ini sebagai bahan bacaan yang menggugah dan relevan, dengan kekayaan nilai yang bisa dinikmati pembaca dari berbagai latar belakang”
—Dr. Yoga Rifqi Azizan, M.Pd. (Dosen PBSI-UNESA)
* * *
Tema-tema seputar humanisme, ekologi, politik, dan perempuan (gender) berdasarkan representasi realita zaman yang kontekstual serta relevan dengan isu kebangsaan menjadi beberapa fenomena yang masih terus menggelitik untuk dituangkan ke dalam sebuah tulisan—terlebih dalam sebuah karya sastra. Selain karena keempat tema fundamental itu saling berkaitan dan melengkapi, ada banyak hikmah yang dapat dipetik dari balik setiap kisahnya.
Keberanian penulis mengangkat problem aktual dan diolah dalam kisah fiksi yang menyentuh hati menjadikan buku kumpulan cerpen ini bukan sekadar bacaan, tetapi sekaligus refleksi hidup yang menginspirasi dan mengajak pembaca untuk berpikir kritis dan berempati mendalam terhadap kehidupan sekitar.
Bagi penulis, karya sastra merupakan bagian dari representasi kegiatan manusia pada setiap zamannya. Maka alangkah meruginya bila tidak diabadikan dalam aksara-aksara cinta yang kelak akan menjadi kenangan sekaligus warisan bagi generasi mendatang.