
Relasi Kuasa: Kontestasi Elektoral, Gerakan Sosial, dan Tata Kelola Pemerintahan
Penulis: Farits Akhmad, Waluyo Handoko, Indaru Setyo Nurprojo, Isna Fitriani, Sofa Marwah, Neneng Sobibatu Rohmah, Titin Murniatun, Titis Perdani, Ahmad Rofik, Hibrizi Sabda Shaka Anzara, M. Soebiantoro, Nurmaretta Siti Zahra Hananto, Khairu Roojiqien Sobandi, Raihan Maulana, Kanaya Frizary Rachman, Wafiq Aulia Putri, Anastasya, Bowo Sugiarto, Hanna Christi Dwimei, Khairurrizqo, Aisyah nailu Himmah Mardhiyah, Solahuddin Kusumanegara, Putri Eka Sari, Chanifia Izza Millata, Aya Febriana Setiawan, Gisella Aulia Runantika, Nadhira Shania Tabrizia Azis, Dimas Purbo Pambudi
Editor: Muhammad Riyan Fitria Ramdlani
Cetakan: 2026
Halaman: xviii + 430
Ukuran: 14 x 20 cm
Penerbit: Relasi Inti Media
Realitas politik kontemporer Indonesia menunjukkan demokrasi yang kian kompleks, di mana kontestasi kekuasaan tidak hanya berlangsung dalam ruang elektoral, tetapi juga dalam ranah sosial dan kebijakan publik. Dinamika elektoral memperlihatkan berbagai strategi perebutan kekuasaan, dari gerakan kotak kosong, pemanfaatan modal sosial kandidat perempuan, hingga kartelisasi partai dalam calon tunggal.
Sementara itu, politik identitas dan gerakan sosial menegaskan bahwa relasi kuasa dibentuk melalui marginalisasi sekaligus dilawan melalui resistensi, khususnya pada isu perempuan. Dalam ranah kebijakan publik, konflik kepentingan turut memengaruhi tata kelola pemerintahan, tercermin dari resistensi masyarakat, konflik pariwisata, dan kegagalan pelayanan publik.
Buku ini disusun untuk memberikan pembacaan kritis dan reflektif terhadap dinamika politik dengan menghadirkan beragam perspektif akademik yang berupaya menjelaskan relasi kuasa dalam berbagai arena politik. Tidak sekadar mendokumentasikan fenomena empiris, buku ini juga mencoba mengaitkannya dengan kerangka teoretis dalam studi ilmu politik, sehingga pembaca dapat memahami bagaimana praktik kekuasaan bekerja, dinegosiasikan, dan dipertentangkan dalam konteks kekinian.
Untuk memahami interseksi antara demokrasi elektoral, politik identitas, dan tata kelola pemerintahan. Buku ini disusun dalam tiga bagian besar: Pertama, Demokrasi Elektoral dan Dinamika Kepartaian: Bagaimana Kekuasaan Diperebutkan? Menghadirkan telaah tentang dinamika pilkada dengan calon tunggal, strategi penguatan partai politik pasca pemilu, hingga keterlibatan perempuan dalam kampanye pilkada. Kedua, Politik Identitas dan Gerakan Sosial: Pembentukan Relasi Kuasa oleh Marginalisasi dan Resistensi, menegaskan bahwa identitas, baik etnis, agama, dan gender menjadi arena penting dalam kontestasi kekuasaan. Ketiga, Kebijakan Publik dan Tata Kelola Pemerintahan: Bagaimana Konflik Kepentingan Memengaruhi Praktik Pemerintahan? mengkaji bagaimana tarik-menarik kepentingan antara negara, masyarakat, dan aktor lainnya membentuk dinamika implementasi kebijakan publik.