
Pendidikan, Guru, dan Kebijaksanaan: Sebuah Renungan Filosofis menuju Pembelajaran Mendalam
Penulis: Nur Sholihin
Penyunting: Supriyadi
Cetakan 1: 2026
Halaman: viii + 414
Ukuran: 14,8 x 21 cm
Buku ini lahir dari pengalaman nyata penulis sebagai guru di SMAN 1 Rembang yang sehari-hari berhadapan dengan ketegangan antara misi luhur pendidikan dan realitas sistem yang sering kali terkesan prosedural, mekanistik, dan teknokratis. Dari dinamika di dalam ruang kelas dan pergulatan batin itulah refleksi ini tumbuh, yang kemudian diperdalam melalui elaborasi kritis dengan beragam tradisi filsafat (Yunani Klasik, Timur, Islam, Barat dan Kontemporer).
Buku ini mencoba memberikan pemahaman bahwa pendidikan merupakan jejaring makna yang menyatukan pengetahuan, nilai, dan pembentukan manusia. Di sini guru tidak ditempatkan semata sebagai pelaksana kurikulum, melainkan sebagai subjek reflektif dan otonom yang bergulat dengan persoalan epistemologi, kebebasan, tanggung jawab moral, relasi kuasa, keteladanan, empati, serta dimensi spiritual dalam mendidik. Di tengah fragmentasi pengetahuan serta reduksi makna belajar, buku ini menegaskan kembali pentingnya kebijaksanaan sebagai fondasi pendidikan.
Pada titik ini penulis memunculkan gagasan “guru humanis” sebagai jalan tengah atas polarisasi yang melelahkan antara konsepsi guru idealis dan mekanis.
Guru idealis kerap teralienasi oleh sistem, sementara guru mekanis berisiko kehilangan jiwa pendidikan karena tunduk pada prosedur. Guru humanis hadir sebagai sintesis yang hidup, yakni mengajar dengan kepala, membimbing dengan hati, dan bertindak dengan kebijaksanaan.
Buku ini bukan semata-mata telaah filsafat pendidikan, melainkan undangan bagi semua pemangku kepentingan untuk membaca ulang makna konsep guru serta meneguhkan kembali pendidikan sebagai proses pembentukan manusia yang utuh dan bermartabat.