0899-3177-090 relasibuku@gmail.com

Geger Pacinan: Krisis Legitimasi, Pembantaian Batavia, dan Api Penyulut Perang Cina Jawa

Penulis: Aulia Rahmat SM

Editor: Nadia Dianti

Cetakan 1: 2025

Halaman: x + 94

Ukuran: 14 x 20 cm

 

Geger Pacinan – Chinezenmoord: Krisis Legitimasi, Pembantaian Batavia, dan Api Perang Cina di Tanah Jawa merangkum sebuah momen apokaliptik yang mengungkapkan kerapuhan indirect rule Belanda. Peristiwa tahun 1740 bukanlah letusan kekerasan yang tiba-tiba, melainkan konsekuensi logis dari krisis legitimasi ganda yang telah lama menghinggapi sistem kolonial. Di satu sisi, VOC menciptakan eksploitasi ekonomi yang luar biasa melalui monopoli candu dan pachtstelsel yang dikendalikan oleh Kapitan Cina. Di sisi lain, kebijakan diskriminatif kolonial, terutama pembatasan migrasi dan pengusiran dari perkebunan tebu, menciptakan kelompok besar Tionghoa miskin dan pengangguran yang terasing dari sumber daya.

Ketegangan ini mencapai titik didih karena kegagalan fungsional otoritas Kapitan Cina (Hoofden der Chinezen). Kapitan, yang seharusnya bertindak sebagai mediator dan pelindung, justru secara ekonomi terikat pada sistem yang menindas. Elit Cabang Atas menolak berbagi kekayaan atau memobilisasi modal mereka untuk meringankan penderitaan massa Tionghoa yang diusir, sehingga menciptakan jurang yang lebar.